Selamat datang di suarawakilrakyat.com!

Berawal dari sebuah mimpi dari seorang yang gemar membaca dan menulis. Sejak tahun 1981 setelah pindah kembali ke Jakarta, ia sudah mengenal buku saat duduk di kelas 2 SD. Berlangganan majalah anak “Ananda”, bertambahlah kesenangannya terhadap buku bacaan. Saat duduk di kelas 6 SD, ia mengenal komik Superman, Batman & Robin, Shazam, Megaloman dan Voltus. Gairah imajinasi ketika membaca komik tersebut, membuatnya semakin mencintai bacaan. Hingga terkumpul sangat banyak, disewakanlah koleksi buku-buku komiknya kepada teman sebaya. Hingga akhirnya ia harus kembali ke kampung halaman saat masuk SMP.
Semangat membacanya tidak tertinggal di Jakarta, namun ia melanjutkan hobinya di Padang, Sumatera Barat. Ia berlangganan koran lokal, tabloid olahraga, Kompas Jumat dan memulai hobi barunya dalam menulis pada tahun 1986. Saat duduk di bangku kelas 3 SMP pertama kalinya karya tulis buatannya sendiri dimuat di koran “Masuk Sekolah” dari sisipan harian umum Singgalang Selasa. Karena senang, ia rajin menulis cerpen dan melebarkan targetnya menulis untuk artikel tentang film dan TV yang dimuat pada Singgalang Minggu. Singkat cerita keterampilannya dalam menulis mulai diperhitungkan, pada tahun 1990 tulisannya dimuat di majalah “Hai” yang sangat bergengsi untuk remaja pada masa itu. Berlangsung selama 3 tahun, tulisannya selalu dimuat di majalah “Hai”.
Pikirannya saat itu, anak remaja yang dapat menulis bisa menjadi sangat ngetop dan jika di zaman sekarang disebut “eksis” atau “famous”. Bayangkan, ia mendapatkan 30 surat dari penggemar dalam seminggu. Besar kepala lah ia ketika remaja penuh suka cita. Namun zaman telah berubah, ia merasa tertinggal dalam kenangan masa lalu. Ia beradaptasi untuk mengejar ketertinggalannya dengan anak milenial dan Gen Z. Bergaul dengan komunitas TV, menciptakan infotainment bernama “Perjalanan Selebritis”. Karena pandangan idealismenya ia harus membayar harga yang cukup mahal dengan mengundurkan diri, meskipun sudah berlangsung sejak tahun 1997 hingga 2001.
Suara Wakil Rakyat adalah pembuktian diri. Pertemanan dengan sahabat dekatnya sejak SD hingga kuliah, pengkhianatan meski jasanya tidak terlupakan. Seorang teman yang sangat berprestasi dalam dunia sastra, jurnalistik dan tulis-menulis. Namun ia ditinggalkan dan melangkah sendiri hingga terlupakan. Jika Suara Wakil Rakyat kelak menjadi media online yang sukses dikenal banyak orang, ini adalah mimpi Kharisma Abadi, seorang yang sudah mengoleksi koran-koran hingga 2 lemari kayu besar di rumahnya. Dia ingin berhaji dan jalannya melalui Suara Wakil Rakyat, wujud abdi kepada negeri.
Tujuan:
- Menghidupkan kembali gairah jurnalistik bagi Gen Z Indonesia atau netizen
- Mensosialisasikan kegiatan para wakil rakyat secara spesifik kepada pembaca Suara Wakil Rakyat
- Menyebarkan virus jurnalisme positif
Visi:
- Mempertahankan gairah jurnalisme di kalangan Gen Z
- Lebih dekat dengan para wakil rakyat di Senayan
- Menghidupkan kembali era media cetak terutama tabloid
Misi:
- Mengawasi kegiatan wakil rakyat dan menyebarkan informasi positif para wakil rakyat di tengah-tengah masyarakat
- Memberikan kontribusi positif kepada wakil rakyat sesuai dengan karakteristik suara wakil rakyat
- Menjadi mitra wakil rakyat dalam mengontrol pemerintah
- Berupaya agar menjadi media independen
- Menyelaraskan dengan kegiatan para wakil rakyat serta para diluar negeri
- Bersikap netral terhadap semua partai yang aktif di senayan
- Memberikan nilai edukasi bagi para pembaca lewat terminologi khusus
- Menyelaraskan arus informasi dengan perkembangan teknologi informasi serta digitalisasi
- Selalu menampung opini publik yang bersifat membangun
- Mensosialisasikan aspek digitalisasi kepada masyarakat luas







