
Suara Wakil Rakyat – Jakarta, pada hari Jumat, 15 Agustus 2025 Sales Consultant Vinfast Puri Indah mencoba menawarkan Mobil Listrik kepada para pemilik toko yang ada di Pasar Tanah Abang di berbagai tempat, seperti di Gedung Pasar ataupun di Bagian Kaki Lima. Mereka menawarkan mobil listrik kepada pemilik toko yang ada disana menuai beragam respon, baik yang pro maupun kontra terhadap transformasi mobil listrik sebagai pengganti mobil konvensional di Indonesia.
Tanggapan pemilik toko yang ada di Pasar Tanah Abang masih banyak yang ragu terhadap Mobil Listrik, sebab mereka selama ini yang sudah lama menggunakan mobil konvensional atau mobil BBM yang dianggap sangat efisien digunakan untuk sehari-hari.
Ada lagi tanggapan mereka ketika menggunakan mobil listrik, harga purna jual akan sangat jatuh di pasaran, jika dibandingkan dengan Mobil bensin yang sudah mereka perkirakan harga jual, ketika mereka tidak ingin lagi menggunakannya.

Mereka lalu memperkenalkan mobil listrik merk Vinfast kepada pemilik toko yang ada di Pasar Tanah Abang. Merk mobil listrik Vinfast merupakan Group Perusahaan raksasa dari Vietnam yang berani berekspansi ke Indonesia sejak tahun 2024. Merk mobil listrik ini memberikan penawaran Resale value Guarantee hingga 90% terhadap nilai jual yang dimana sudah dapat memberikan jaminan tentang purna jual mobil listrik, dan hanya Vinfast yang memberikan program Resale Value Guarantee terhadap konsumen yang membeli Mobil listrik Vinfast di Indonesia.
Dan ada juga program yang diberikan oleh Vinfast, yaitu gratis pengecasan sampai sampai awal Maret 2028, dan selain itu Vinfast juga sedang membangum ekosistem mobil listrik, yaitu membangum charging station V-Green di seluruh wilayah Indonesia. Jadi mereka memberikan informasi tersebut di Pasar Tanah Abang, sehingga untuk pembeli mobil listrik merk Vinfast tidak perlu takut antri di masa yang akan datang, sebab Vinfast sudah membangun Charging Station sendiri.
Menurut Ketua Umum PERIKLINDO, Moeldoko mengatakan pada saat pameran PEVS 2025, kolaborasi memegang peranan penting dalam mendorong percepatan kendaraan listrik di Indonesia. Seperti diketahui, pemerintah Indonesia semakin matang untuk bertransisi menuju penggunaan kendaraan listrik dengan berbagai kebijakan. Subsidi untuk kendaraan roda dua listrik sebesar Rp7 juta per unit motor, penerapan kebijakan diskon Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10%, yang memungkinkan konsumen hanya membayar PPN sebesar 2% dari harga pembelian, dan juga dari sisi insentif fiskal, pemerintah juga aktif mengembangkan infrastruktur penunjang, seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah strategis.
Namun menurut Anggota Komisi XII DPR RI, Moreno Soeprapto dari partai Gerindra saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirut IBC, PLN, ANTAM dan Pertamina di ruang rapat Komisi XII DPR RI, Senayan, Jakarta, berharap pengembangan Industri EV (Electric Vehicle) di Indonesia tidak sekadar mengikuti tren global saja, khususnya pengembangan baterai kendaraan listrik. Tetapi, juga mampu dimaksimalkan untuk mendorong kemajuan nasional seperti listrik rumah tangga dan sekolah. Pasalnya, jika hanya fokus pada kendaraan listrik, maka dikhawatirkan Indonesia hanya akan menjadi pengikut, alias akan tertinggal dengan negara lain.
Suara Wakil Rakyat menilai bahwa kondisi ini akan terlihat semakin kondusif tahun depan. Diharapkan semoga paling cepat paska Idul Fitri, masyarakat dapat menerima lebih baik mobil listrik sebagai alternatif kendaraan operasional maupun pribadi. (A25/03)







