Suara Wakil Rakyat – Jakarta, Perdamaian antara sejumlah negara Arab dengan Israel, terutama yang selama ini dikenal vokal menentang zionisme, kerap memicu perdebatan tajam dan perpecahan di dalam negeri. Salah satu peristiwa paling tragis terjadi di Mesir, ketika Presiden Anwar Sadat (1970-1981) tewas dibunuh oleh tentaranya sendiri, tak lama setelah menandatangani perjanjian damai dengan Israel.
Peristiwa itu terjadi pada 6 Oktober 1981 saat Sadat menghadiri parade militer besar-besaran di Kairo. Parade tersebut digelar untuk memperingati keberhasilan pasukan Mesir menyeberangi Terusan Suez dan menembus pertahanan Israel dalam Perang Yom Kippur tahun 1973.
Seperti halnya pemimpin negara lain, Sadat duduk di tribun utama dengan pengamanan super ketat. Tak ada yang mengira akan terjadi sesuatu, sebab parade militer biasanya menggunakan senjata tanpa peluru tajam. Ini prosedur standar di banyak negara.
Suara Wakil Rakyat berharap ini tidak terjadi di Indonesia. (SWR/01)







