Suara Wakil Rakyat – Jakarta, Menikmati akhir pekan dengan makan di restaurant Jepang. Hari Minggu, 24 Agustus 2025 Reisen mengunjungi Pondok Indah Mall. Mal ini terletak di Jl. Metro Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Perjalanan menggunakan transportasi umum dari Jakarta Timur menuju Jakarta Selatan dengan LRT dari Stasiun Equestrian menuju Pulomas, lalu transit menggunakan Transjakarta menuju halte Monas, dan lanjut ke arah Bundaran HI, dan berikutnya transit menggunakan MRT menuju stasiun Blok M, dan berakhir di Halte Mal Pondok Indah I dengan Transjakarta nomor S21.

Sesampainya di Mal Pondok Indah, kami merasa lapar dan mencari restoran untuk makan malam. Waktu itu menunjukan jam 15:50, namun suara perut sudah tidak tertahankan. Kami berkeliling sebentar mencari restoran mana yang menarik untuk kami kunjungi. Mata kami tertuju pada papan iklan Buy 1 get 1 Free dan di bawah iklan tersebut terdapat free refill ramen sepuasnya. Restoran itu bernama Kinsuke Pondok Indah Mall III, lantai 3 sebelah eskalator.
Kami memesan Signature Paitan Beef Ramen dengan kombo Crispy dan Ocha, sedangkan mendapatkan Curry Ramen gratis dengan tambahan Crispy dan Ocha. Cita rasa kaldu daging yang gurih, dengan irisan daging panggang dan telur setengah matang, membuat ramen ini sangat menggugah selera makan. Kami sangat menikmati makan di sana.
Setelah mie di mangkuk habis, sedangkan kuah masih penuh, kami memesan mie tahambahan. Perut seperti akan meledak, namun gairah makan kami masih belum berkurang, akhirnya kami nambah hingga 5 porsi. Setelah tambahan mie ke-5 habis, akhirnya kami mengibarkan bendera putih. Saatnya untuk kami mengakhiri makan kami di restoran ini.

Kami membayar sebesar Rp.169.386,00 untuk dua orang, menurut kami restoran ini menawarkan harga makanan yang cukup terjangkau. Jika dibandingkan dengan kelasnya, restoran ini memberi harga yang cukup bersaing dengan promo Buy 1 get 1nya. Suasana restoran ini cukup tenang dan nyaman, mungkin masih banyak pengunjung mal yang belum mengetahui kenikmatan restoran ini. Memang terlihat hanya 2-3 meja yang terisi, namun sangat sayang bila pengunjung lain belum mencicipi Ramen khas Jepang ini. Tidak kalah dengan merek-merek yang sudah terkenal, malah restoran ini dapat menyajikan ramen dengan rasa kaldu daging sapi yang begitu kental.
Suara Wakil Rakyat menilai, seharusnya budaya kuliner dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Budaya dan ekonomi haruslah terhubung dengan promosi kebudayaan yang didukung oleh pemerintah. Seperti contohnya Ramen, makanan khas Jepang yang sudah terkenal seantero negeri. Tidak hanya Ramen, Sushi, Yakiniku dan Shabu-shabu juga sudah dikenal masyarakat luas sejak lama.
Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti berkata, “Budaya dapat menjadi penopang ekonomi tertinggi suatu negara jika dikelola dengan baik.” Jika Minyak bumi dan batu bara akan habis, tidak dengan budaya yang semakin lama akan semakin besar dan tumbuh berkembang. Ia menekankan pentingnya kebijakan kebudayaan yang mengarah pada peningkatan perekonomian masyarakat.
Anggota Komisi X DPR RI, seperti Ledia Hanifa, pernah mendorong penguatan budaya kuliner sebagai warisan budaya tak benda (WBWT). Mungkin dengan adanya pengakuan budaya kuliner Indonesia, nantinya budaya kita dapat menyebar hingga ke seluruh dunia. Semoga pemerintah Indonesia dapat mengelola kekayaan budaya kita yang sangat beragam dan kekayaan budaya kita ini, mungkin saja lebih bernilai dari sekedar cadangan minyak bumi dan batu bara yang akan habis nantinya. (RSE/01)







