Suara Wakil Rakyat – Bogor, Ketika Reisen melakukan perjalanan ke Bogor untuk mengunjungi Curug Nangka di daerah Ciapus, mereka singgah sejenak di Kota Bogor untuk makan siang. Joni bernostalgia dengan restoran yang dulu ia sering makan. Siapa yang tidak kenal dengan Hanamasa yang pernah berjaya pada masanya? Dalam ingatan Joni, ia harus mengantri dengan banyak pengunjung yang telah berbaris untuk menanti giliran makan sepuasnya di restoran tersebut. Cita rasa masakan Jepang yang khas, Hanamasa menyediakan Yakiniku dan Shabu-shabu yang semua orang sukai. Kata orang “Buat apa masak sendiri di restoran yang seharusnya sudah disajikan dalam keadaan matang?”, namun Joni berpendapat, ciri khas dari restoran ini adalah dapat memasak sendiri dengan berbagai daging dan sayur yang sudah disediakan di buffet panjang.

Berlokasi di Jl. Raya Pajajaran, Kota Bogor, mungkin sudah tidak semua orang mengetahuinya. Orang Bogor asli yang setiap hari beraktifitas di Kota Bogor mungkin bertanya, “Apakah masih ada Hanamasa di kota ini?”. Reisen datang sekitar pukul 12:45 siang, perut kosong dan All You Can Eat adalah opsi terbaik. Endan tidak pernah makan di restoran ini, namun ia bingung mengapa banyak meja kosong yang tak terisi. Saat mereka datang, hanya ada 2 pengunjung restoran termasuk mereka dengan manajer restoran yang sedang mencatat pembukuan di sudut ruangan. Pramusaji mempersilahkan mereka duduk dan mereka memilih kursi di baris depan nomor ke-2 di seberang jendela.
Pertama-tama Endan dan Joni memilih daging segar yang tersedia di tengah ruangan, selanjutnya Joni menghampiri sudut belakang untuk memesan Takoyaki dan BBQ, dan setelah itu mereka mengambil minum Matcha Tea dan Cappucino yang berada di seberang dekat kamar mandi. Setelah daging mentah yang mereka bawa telah tiba di meja makan, mereka bakar daging tersebut menjadi hidangan Yakiniku dan mereka rebus dagingnya dalam panci Shabu-shabu. Mereka masak daging hingga matang, lalu mereka santap dengan lahap karena sangat lapar. Dengan saus Teriyaki dengan taburan biji wijen yang tersedia di meja, Endan sangat menikmati makan siang ini. Joni yang sangat gemar daging, ia nambah untuk sekian kalinya hingga perut terasa sangat penuh. Perut buncit kekenyangan adalah hasil dari pilihan mereka yang menginginkan makan sepuasnya. Dikarenakan Hanamasa tidak memiliki batas waktu, mereka makan hingga hampir 2 jam.

Biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp.491.700,00 setelah pajak untuk 2 orang dengan harga per orang sebesar Rp.245.850,00 setelah pajak. Mereka makan hampir 2 Kg daging sapi dengan berbagai menu lain, seperti cumi, ikan gindara, kulit ayam, aneka bakso, aneka daging olahan sosis, kornet dan burger. Tidak lupa Takoyaki dan dessert, serta minum yang dapat refill berkali-kali. Menurut hemat mereka makan dengan membayar sebesar itu, merupakan pengeluaran yang sangat worth it.
Selang beberapa minggu, Reisen juga makan sajian serupa di restoran yang berbeda. Kompetitor Hanamasa ini adalah restoran pendatang baru, namun dari jumlah pengunjung restoran ini jauh lebih ramai. Restoran kompetitor ini bernama Kintan Buffet yang berlokasi di Summarecon Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara. Biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 472.230,00 setelah pajak untuk 3 orang. Jika dihitung, harga per orang sebesar Rp. 157.410,00 setelah pajak. Dan jika dibandingkan dengan harga yang ditawarkan Hanamasa, sebesar Rp. 88.440,00 lebih murah dengan asumsi pilihan yang serupa. Untuk 2 orang selisih harga sebesar 176.880,00 lebih hemat, bila memilih makan di restoran kompetitor. Apa kelebihan dan kekurangan Hanamasa jika dibandingkan kompetitor?
Kintan Buffet adalah restoran All You Can Eat (AYCE) yang menyajikan BBQ khas jepang (Yakiniku) dengan makanan pelengkap seperti nasi, sop, salad, buah, dan dessert. Makanan Jepang lain juga disajikan sebagai pelengkap, seperti Karaage, Tempura, dan Odeng. Untuk makanan Indonesia, Oriental dan Western, mereka juga menyajikan pasta, nasi goreng dan lauk pelengkap lainnya. Mereka menggunakan sistem barcode untuk pemesanan daging dan juga telah tersertifikasi halal. Kualitas daging yang mereka tawarkan terkenal sangat baik atau premium dan biasanya Kintan Buffet hadir bersama dengan Shaburi Buffet untuk menu Shabu-shabu. Secara fasilitas dan suasana restoran, terbilang sangat lengkap dan sangat cozy untuk santap makan bersama keluarga.
Dan jika kita komparasi kedua restoran tersebut, maka baik Hanamasa dan Kintan Buffet memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nostalgia pengunjung dengan restoran yang sudah bertahan lama hingga kini, mungkin saja memiliki pengalaman berbeda ketika pengunjung makan AYCE di restoran yang merupakan pendatang baru.

Keunggulan Hanamasa dalam hal ini, yaitu AYCE tanpa batas waktu seperti restoran-restoran jadul sebelum adanya Kintan Buffet dan lain-lain. Sedangkan kebalikan dengan Hanamasa, Kintan Buffet memiliki batas waktu makan biasanya 1 jam dari awal kedatangan. Secara biaya operasional restoran, model yang dimiliki Kintan Buffet jauh lebih unggul, karena menurut perhitungan ekonomi dasar dengan batas waktu pengunjung akan lebih sedikit mengambil makanan dan pergantian pengunjung jauh lebih cepat, dari pada tanpa batas waktu tertentu. Dengan strategi ini juga cash flow perusahaan juga dapat lebih lancar dengan pengeluaran dan pendapatan yang terukur.
Kelebihan Hanamasa lainnya, yaitu menyediakan Yakiniku dan Shabu-shabu dengan sekali transaksi tiap pengunjung. Berbeda dengan Hanamasa, Kintan Buffet hanya menyediakan Yakiniku, sedangkan Shabu-shabu disediakan Shaburi Buffet yang merupakan restoran saudara dalam satu group perusahaan. Strategi ini dapat menekan harga dengan pemisahan Yakiniku dan Shabu-shabu, karena tidak setiap pengunjung menginginkan keduanya. Jika terdapat pilihan yang terpisah, fleksibilitas pengunjung berperan besar dalam memurahkan harga yang ditawarkan.

Untuk penyajian, Hanamasa meletakan seluruh daging dan aneka pilihan di meja buffet panjang. Untuk biaya pegawai jauh lebih murah karena tidak banyak pramusaji yang dibutuhkan. Lain halnya dengan Kintan Buffet, daging mentah dipesan dengan barcode, yang artinya kualitas daging dapat lebih terjaga di dapur. Namun dengan menerapkan strategi ini, Kintan Buffet membutuhkan pramusaji lebih banyak untuk stand by di restoran. Apabila kualitas daging dapat lebih terjaga, mutu daging tetap dalam kondisi prima dan ini jauh lebih menjual karena pengunjung lebih menyukai kualitas daging terbaik.
Suara Wakil Rakyat menilai mempertahankan eksistensi restoran yang sudah lama berdiri memang tidak mudah, apalagi di zaman sekarang banyak kompetitor baru yang memiliki berbagai macam strategi yang lebih fresh dari pada cara jadul yang mungkin kurang mendapatkan profit. Adaptasi dengan perubahan dan mencoba cara baru sebagai alternatif bukanlah suatu langkah yang menghilangkan jati diri restoran, melainkan inovasi dalam perbaikan adalah cara terbaik agar tetap bertahan dengan serbuan kompetitor baru yang terus tumbuh dan beragam.
Suara Wakil Rakyat perlu menggaris bawahi point terpenting dalam penyajian daging mentah di restoran Hanamasa yang sudah ketinggalan zaman. Menggunakan kemajuan teknologi dengan barcode, penyajian daging mentah dapat lebih terjaga secara kualitas dan memperhatikan faktor kesehatan bukanlah strategi yang salah untuk berubah.
Menurut Ahli Gizi daging mentah yang segar memiliki kandungan gizi seperti protein, mineral, dan vitamin B kompleks. Berbeda dengan daging mentah yang ditaruh di luar meskipun dengan pendingin, daging tersebut memiliki risiko terjangkit bakteri lebih tinggi, seperti E. coli dan salmonella. Kebutuhan protein harian setiap manusia berbeda-beda, sesuai dengan umur, jenis kelamin berat badan dan kegiatan fisik dengan rata-rata 0,8 gram per Kg berat badan, namun angka ini bisa lebih tinggi untuk kelompok ibu hamil, menyusui, lansia, atau individu yang berolahraga secara intens.
Dr. Kevin Adrian berpendapat, kebutuhan protein harian tiap orang berbeda-beda. Untuk anak-anak kebutuhan harian ideal dapat terbagi sebagai berikut:
- Bayi 0-5 Bulan: 9 gram
- Bayi 6-11 Bulan: 15 gram
- Batita: 20 gram
- Anak 4-6 Tahun: 25 gram
- Anak 7-9 Tahun: 40 gram
- Remaja Laki-laki: 70-75 gram
- Remaja Perempuan: 65 gram
Sedangkan kebutuhan protein harian untuk dewasa sebagai berikut:
- Pria Dewasa: 65 gram
- Wanita Dewasa: 60 gram
- Lansia: 58-64 gram
- Ibu Hamil: 70-90 gram
- Ibu Menyusui: 75-80 gram
Apabila kebutuhan protein harian untuk anak tidak terpenuhi, risiko stunting dapat lebih tinggi. Meskipun gizi lain sama pentingnya, namu protein berperan besar untuk tumbuh kembang anak. Seperti contohnya remaja laki-laki yang membutuhkan makanan tinggi protein untuk tercukupinya hormon testosteron selama masa pubertas, begitupun dengan ibu hamil dan menyusui untuk tumbuh kembang janin yang sehat dan kualitas ASI yang baik untuk bayi yang masih membutuhkan ASI.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah usia lima tahun yang ditandai dengan tubuh yang lebih pendek dibandingkan rata-rata anak seusianya. Selain hambatan pertumbuhan fisik, stunting juga dapat menyebabkan gangguan kognitif (kecerdasan), rentan terhadap penyakit, dan meningkatkan risiko penyakit kronis saat dewasa.
DPR RI mengapresiasi penurunan angka stunting nasional yang telah berada di bawah 20% di tahun 2024, namun capaian tersebut belum maksimal dibandingkan dengan target. Menurut Anggota Komisi IX DPR RI, Edi Wuryanto, angka stunting melampaui proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sebesar 20,1%, namun ia menilai capaian tersebut belum signifikan jika dibandingkan dengan target RPJMN 2019-2024 sebesar 14%. Sedangkan capaian pemerintah untuk mengurangi stunting di Indonesia hanya 19,8%. (RSE/01)







