Suara Wakil Rakyat – Jakarta, Terkait dengan demonstrasi Mahasiswa yang didukung dengan berbagai elemen masyarakat, dalam beberapa hari terakhir ini, dimana eskalasinya menunjukan tren yang signifikan, ditandai dengan kedatangan para Jurnalis televisi asing seperti CNN dan Al-Jazeera. Suara Wakil Rakyat menilai positif, karena persaingan dalam peliputan berita demonstrasi yang hingga tulisan ini dibuat masih membahas soal anarkisme, berarti sudut pandang peliputan mengalami persaingan yang tidak ringan.
Anggota Komisi I DPR RI yang dihubungi Suara Wakil Rakyat keberatan disebutkan identitasnya menyatakan, bahwa inilah saatnya menunjukan pada dunia Indonesia menganut jurnalisme positif, tidak dengan para insan TV Internasional yang masih mempercayai, “Bad News is Good News”. Kali ini Suara Wakil Rakyat tidak dapat berseberangan pendapat dengan Anggota Komisi I ini, karena jurnalisme positif akan melahirkan pemikiran yang positif di tengah-tengah masyarakat.
CNN dan Al-Jazeera tidak akan memberitakan hal-hal yang kondusif, justru akan memprovokasi dunia Internasional, bahwa Indonesia dalam keadaan Chaos seperti layaknya pada tahun 1998. Padahal yang terjadi justru sebaliknya. Saat ini (1/9) keadaan Jakarta justru semakin kondusif, namun Presiden Prabowo belum mencabut larangan jam malam yang diberlakukannya. (SWR/01)







